Mouse pelangi Wavy Tail Toulousemanagement: Kuliah ke Luar Negeri, Menggapai Cita – Cita

Selasa, 29 Agustus 2017

Kuliah ke Luar Negeri, Menggapai Cita – Cita


Menyekolahkan anak kuliah di luar negeri menjadi impian banyak orang tua. Siswa yang belajar di luar negeri akan memperoleh banyak manfaat. Untuk persiapan kuliah di luar negeri, dibantu para konsultan pendidikan luar negeri. Apa saja program yang ditawarkan ?

Orang tua pasti ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra putrinya, kuliah di luar negeri menjadi primadona karena memiliki prestige yang tinggi. Bimo Sasongko, CEO Euro Management Indonesia menjelaskan, program pengiriman tamatan SMA untuk kuliah di luar negeri sangat penting apa lagi di era globalisasi. Negara lain seperti Vietnam, Jepang, Korea Selatan dan lainnya mayoritas mengirim nak lulusan SMA ke luar negeri.

Banyak manfaat yang akan di dapatkan jika kuliah ke luar negeri, tidak hanya ilmu pengetahuan tapi juga mental, percaya diri, kemandirian, dan keberanian yang dibutuhkan bangsa Indonesia untuk maju bersaing di tingkat global dengan Cina, Malaysia, Kamboja, dan lain lain. Dengan pengiriman siswa untuk kuliah S1 di luar negeri di harapkan bangsa kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang sama levelnya dengan bangsa  - bangsa lain di dunia dengan cepat dan tidak tertinggal dengan Negara lain.

Di tahun 1980 sampai 1996 mantan Menristek B. J. Habibie lewat program beasiswa mengirimkan siswa lulusan SMA untuk kuliah gratis ke luar negeri dan berhenti tahun 1997 saat krisis moneter. Namun sampai saat ini belum ada beasiswa untuk pengiriman tamatan SMA ke luar negeri. Saat ini pemerintah memang memiliki program beasiswa dari Lembaga Pengolahan Dana Pendidikan (LPDP) namun hanya di tunjukan untuk kuliah S2 di luar negeri, bukan kuliah S1.

Menurut Bimo Sasongko, lulusan SMA yang ingin studi ke luar negeri bisa mendapatkan bimbingan persiapan kuliah di konsultan pendidikan luar negeri. Mulai dari persiapan studi di akademis, pengurusan masuk universitas, pelatihan bahasa, persiapan mental dan motivasi. Serta pendampingan di Negara tujuan sehingga mahasiswa tidak bingung karena sudah di arahkan. Pada awalnya mahasiswa yang baru saja kuliah di luar negeri merasakan home sick namun dari pengalaman merasa betah dan nyaman kuliah diluar negeri setelah mengetahui banyak manfaat nya, salah satunya pergaulan luas dengan mahasiswa dari Negara lain.

Sejak berdiri tahun 2003 Euro Management Indonesia sudah berpengalamn 14 tahun mengirimkan lebih dari 2000 siswa untuk kuliah S1 di luar negeri. Sekolah ke luar negeri tidak semahal yang dibayangkan, bahkan di Eropa uang kuliah gratis. Sejauh ini, pengiriman mahasiswa untuk kuliah ke luar negeri masih menggunakan dana pribadi mahasiswa dan cukup terjangkau mengingat kuliah di Prancis maupun Jerman mendapat subsidi pemerintah.

Karena adanya subsidi maka mahasiswa hanya membutuhkan biaya hidup dan dana awal persiapan kuliah. Seperti tiket pesawat one way sekitar Rp 15 jutaan, biaya hidup perbulan 400 – 600 Euro atau Rp 4- 6 jutaan yang sudah termasuk tempat tingal, makan, kesehatan, biaya transportasi dan lain lainnya. Biaya Hidup selama kuliah di Prancis atau Jerman bisa lebih ringan jika mahasiswa mau mencari pekerjaan part time yang banyak tersedia.

Euro Management Indonesia membantu pengiriman siswa lulusan SMA untuk kuliah S1 di 8 negara yaitu Jerman, Prancis, Amerika, Belanda, Jepang, Prancis, Australia dan Spanyol. Tiap tahun 150 – 200 siswa lulusan SMA dari seluruh daerah di Indonesia di berangkatkan kuliah ke luar negeri dan paling banyak ke Jerman. Euro Management Indonesia memberikan konsultasi pendidikan dan universitas di Jerman, Legalisir dokumen akademik di kedutaan, psikotest, konseling psikologis, motivation building, pengurusan dokumen paspor, visa studi, workshop pendidikan dan lain sebagainya.

Program bahasa pun di sediakan guna membantu siswa – siswi yang hendak belajar bahasa baik Jerman maupun Prancis. Calon mahasiswa di berikan kursus bahasa Jerman selama 6 bulan, pendampingan selama 2 bulan dan tes masuk kampus luar negeri di adakan di kantor Euro Management. Dari 200 siswa hanya 5 – 10 persen tidak lulus  tes karena kendala bahasa atau jarang masuk saat kursus




Tidak ada komentar:

Posting Komentar